Analisis Mesin Pengering Kunyit dengan Sistem Dehumidifikasi dan Pompa Kalor

Pramawiguna, Ketut Ariska and Ardita, I Nengah and Wiryanta, I Kadek Ervan Hadi (2022) Analisis Mesin Pengering Kunyit dengan Sistem Dehumidifikasi dan Pompa Kalor. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Bali.

[img] Text (Full Text)
RAMA_58301_1815234020_full.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy
[img] Text (Cover-Bab 1, Bab 5 dan Referensi)
RAMA_58301_1815234020_0030116406_0010078207_part.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (538kB)

Abstract

Pengeringan merupakan proses pengurangan kadar air sampai <10% sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu lama dan terhindar dari jamur. Saat ini masyarakat masih mengunakan pengeringan konvensional, pada saat cuaca yang tidak menentu dan panas yang tidak cukup untuk mengurangi kadar air akan mengakibatkan pembusukan. Untuk tanaman obat diperlukan pengeringan dengan temperatur rendah (35oC – 45oC) sehingga tidak merusak khasiat yang terkandung. Dalam hal ini dibutuhkan sistem pengeringan heat pump dehumidifikasi yang hemat energi, dan efisiensi waktu serta tidak bergantung cuaca. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kinerja sistem refrigerasi, karakteristik pengeringan, konsumsi energi dan kinerja dari mesin pengering. Pengeringan dilakukan dengan 2 (dua) kapasitas berbeda yakni kapasitas 1500 gram dan 3000 gram dengan variasi waktu setiap pengeringan. Hasil yang diperoleh dari analisis ini menunjukkan mesin ini mampu mengeringkan kunyit sampai kadar air <10% dengan waktu 9 jam untuk kapasitas 1500 gram dan 13 jam untuk kapasitas 3000 gram dengan tingkat konsumsi energi yang cukup rendah yakni 1,65 kWh dan 2,37 kWh. Diperoleh rata-rata temperatur dan kelembaban udara masuk ruang pengering sebesar 40oC dan 43%, pada ruang pengering 35oC dan 64%, dan keluar ruang pengering rata-rata sebesar 29oC dan 75%. Rata-rata kecepatan udara diperoleh sebesar 3,1 m/s. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kinerja mesin refrigerasi (COPref, COPHP, dan TP) dengan menggunakan refrigerant R-134A memiliki kinerja sebesar 3,24, 4,24, dan 7,5 berturut-turut ini menandakan mesin ini cukup efisien. Kinerja dari mesin pengering juga menunjukkan hasil memuaskan dimana nilai dari SMER (Spesific Moisture Extraction Rate) meningkat dari awal pengeringan sedangkan SEC (Spesific Energy Consumption) akan semakin rendah dimana SMER berkisar 0,4373 kg/kWh – 0,4576 kg/kWh dan SEC 2,2872 kWh/kg – 2,1853 kWh/kg. Kata kunci : pompa kalor, dehumidifikasi, pengering kunyit, kinerja mesin refrigerasi, SMER

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ilmu Teknik
Ilmu Teknik > Ilmu Keteknikan Industri > Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain)
Ilmu Teknik > Ilmu Keteknikan Industri > Teknik Refrigerasi
Divisions: Jurusan Teknik Mesin > Prodi Teknologi Rekayasa Utilitas > Skripsi
Depositing User: Ketut Ariska Pramawiguna
Date Deposited: 14 Sep 2022 17:30
Last Modified: 14 Sep 2022 17:30
URI: http://repository.pnb.ac.id/id/eprint/805

Actions (login required)

View Item View Item