Mahardika, Gede Agus (2025) Pemahaman Global Anti-Base Erosion Pilar 2 OECD di Indonesia dalam Mengurangi Erosi Basis Pajak dan Pengalihan Laba. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Bali.

[thumbnail of Bab 1, Bab 5 dan Referensi] Text (Bab 1, Bab 5 dan Referensi)
RAMA_62303_2115654060_0014091103_0028098702_part.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (464kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
RAMA_62303_2115654060_full.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of iThenticate] Text (iThenticate)
RAMA_62303_2115654060_iThenticate.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (646kB) | Request a copy

Abstract

Pesatnya Akselerasi globalisasi dan digitalisasi ekonomi telah mendorong praktik Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) oleh entitas multinasional ke tingkat yang lebih sistemik, mengancam integritas sistem perpajakan global. Sebagai respons, OECD melalui kerangka kerja inklusif merancang Pilar 2 dalam skema Global Anti-Base Erosion (GloBE), yang bertujuan untuk menjamin keterpajakan minimum global atas laba entitas multinasional, tanpa memandang lokasi yurisdiksi operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman Indonesia terhadap Pilar 2 OECD, serta mengidentifikasi bagaimana prinsip-prinsip GloBE mulai diinternalisasi dalam kebijakan perpajakan nasional guna mengatasi erosi basis pajak dan pengalihan laba lintas batas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menelaah berbagai laporan resmi OECD, dokumen kebijakan domestik, serta teori keadilan perpajakan klasik untuk memahami arah kebijakan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menunjukkan respons yang progresif terhadap Pilar 2 OECD, yang diwujudkan melalui kesiapan regulatif serta adopsi mekanisme Qualified Domestic Minimum Top-up Tax (QDMTT) sebagai instrumen utama untuk menjaga hak pemajakan domestik atas laba yang berpotensi dikenakan pajak lebih rendah di luar negeri. Pemahaman terhadap Pilar 2 juga diperkuat melalui pertimbangan terhadap prinsip-prinsip keadilan pajak klasik yang tercermin dalam The Four Maxim, yang menjadi kerangka evaluatif terhadap implementasi kebijakan minimum tax ini. Namun demikian, tantangan dalam implementasi tetap signifikan, terutama pada aspek administrasi, koordinasi lintas yurisdiksi, serta kesiapan sumber daya manusia dan teknologi. Oleh karena itu, keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan GloBE secara menyeluruh akan bergantung pada konsistensi kebijakan, dukungan kelembagaan, serta efektivitas kerja sama internasional. Upaya ini pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat sistem perpajakan nasional yang lebih adil, efektif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: GloBE, Pilar 2 OECD, BEPS
Subjects: Ilmu Ekonomi > Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi > Ilmu Ekonomi > Akuntansi
Ilmu Ekonomi > Ilmu Ekonomi > Perpajakan
Divisions: Jurusan Akuntansi > Prodi D4 Akuntansi Perpajakan > Skripsi
Depositing User: Gede Agus Mahardika
Date Deposited: 22 Aug 2025 11:51
Last Modified: 26 Aug 2025 06:49
URI: https://repository.pnb.ac.id/id/eprint/16866

Actions (login required)

View Item View Item