Meinayanti, Ni Kadek Vina (2025) Analisis Selisih Anggaran Biaya Operasional dalam Mengukur Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional pada Hotel Sheraton Bali Kuta Resort. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Bali.
![]() |
Text (Cover, Abstrak, Daftar Isi, Bab 1, Bab 5 dan Referensi)
RAMA_62301_2415664007_0008117605_0021128907_part.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (768kB) |
![]() |
Text (iThenticate)
RAMA_62301_2415664007_iThenticate.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (835kB) | Request a copy |
![]() |
Text (Full Text)
RAMA_62301_2415664007_full.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Sektor pariwisata di Bali mengalami fluktuasi signifikan pasca pandemi COVID-19 yang berdampak langsung pada kinerja hotel, termasuk ketidakpastian tingkat hunian dan perubahan perilaku konsumen. Kondisi ini menuntut perusahaan perhotelan untuk memiliki perencanaan anggaran yang lebih adaptif sebagai alat pengendalian manajemen. Anggaran merupakan rencana sistematis yang berfungsi sebagai pedoman kegiatan sekaligus alat pengendalian dalam pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selisih antara anggaran dan realisasi, mengidentifikasi penyebabnya, serta menilai efektivitas dan efisiensi anggaran pada Hotel Sheraton Bali Kuta Resort tahun 2022–2024. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) melalui analisis selisih, rasio efektivitas, dan efisiensi, serta wawancara dengan tim keuangan hotel. Hasil penelitian menunjukkan adanya selisih baik pada pendapatan (revenue) maupun biaya (expenses). Dari sisi revenue, tahun 2022 mencatat selisih merugikan (unfavorable), sedangkan 2023 dan 2024 menunjukkan selisih menguntungkan (favorable). Dari sisi expenses, tahun 2022 mencatat selisih menguntungkan, tahun 2023 selisih merugikan, dan tahun 2024 kembali menguntungkan. Hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi okupansi, strategi upselling, pemulihan pasar pariwisata, penggantian linen, reaktivasi kontrak layanan, penambahan staf, serta kenaikan service charge. Dari aspek efektivitas, pelaksanaan anggaran pendapatan pada tahun 2022 tergolong efektif sebesar 95,91%, meningkat menjadi sangat efektif pada 2023 dan 2024 masing-masing 106,56% dan 103,92%. Sementara itu, dari aspek efisiensi, tahun 2022 tergolong kurang efisien sebesar 96,28%, memburuk pada 2023 menjadi tidak efisien 102,92%, dan kembali kurang efisien pada 2024 sebesar 97,04%. Penelitian ini menegaskan bahwa anggaran operasional dapat menjadi alat pengendalian manajemen yang efektif apabila disusun secara realistis, adaptif terhadap dinamika pasar, dan didukung strategi monitoring yang berkelanjutan.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Anggaran Operasional, Selisih Anggaran Operasional, Efektivitas, Efisiensi, Pengendalian Manajemen |
Subjects: | Ilmu Ekonomi > Ilmu Ekonomi Ilmu Ekonomi > Ilmu Ekonomi > Akuntansi Ilmu Ekonomi > Ilmu Manajemen Ilmu Ekonomi > Ilmu Manajemen > Manajemen |
Divisions: | Jurusan Akuntansi > Prodi D4 Akuntansi Manajerial > Skripsi |
Depositing User: | Ni Kadek Vina Meinayanti |
Date Deposited: | 29 Aug 2025 01:47 |
Last Modified: | 29 Aug 2025 01:47 |
URI: | https://repository.pnb.ac.id/id/eprint/17728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |